Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung Persediaan Akhir Metode Fifo Sistem Perpetual dan Periodik

Konten [Tampil]

Cara menghitung persediaan akhir metode fifo sistem perpetual dan periodik menjadi bagian dari materi akuntansi biaya bahan baku. Sistem perhitungan biaya berdasarkan proses dan pesanan melibatkan pemakaian bahan baku dan biaya konversi untuk menciptakan produk jadi sesuai keinginan dari pelanggannya.

Contoh soal persediaan akhir dan hpp metode fifo atau masuk pertama keluar pertama memiliki kelebihan dan kekurangan sejalan dengan aktivitas bisnisnya. MPKP mengasumsikan persediaan yang pertama kali dibeli akan digunakan terlebih dahulu baik untuk pemakaian bahan baku ataupun penjualan kepada pelanggannya.

Sistem perpetual dan sistem periodik dapat dipilih agar menyesuaikan biaya pemeliharaan dan biaya penyimpanan barang digudang. Persediaan menjadi kekayaan yang didistribusikan untuk tujuan pengurang omzet atau laba fiskal. Koreksi fiskal positif dan negatif disesuaikan aturan perpajakan yang berlaku.

Cara Menghitung Persediaan Akhir Metode Fifo Sistem Perpetual dan Periodik

Contoh Soal Persediaan Akhir dan HPP Metode Fifo Perpetual dan Periodik

Contoh soal persediaan akhir dan hpp metode fifo perpetual dan periodik dijalankan menyesuaikan aturan perpajakan yang ada di perusahaan. Persediaan akhir adalah nilai barang dagang yang ada diakhir periode berdasarkan hasil temuan auditor atau hasil stock opname yang dilakukan kepala gudang sesuai prosedurnya.

Contoh soal metode masuk pertama keluar pertama atau mpkp dapat menggunakan sistem perpetual dan sistem periodik. Sistem perpetual adalah prosedur pencatatan barang secara real time terhadap aktivitas persediaan barang sesuai mutasi keluar masuknya. Sistem perpetual akan menunjukkan nilai barang digudang tanpa harus stock opname.

Contoh soal metode fifo perpetual dan periodik terjadi pada CV Staff Accounting yang memiliki satu jenis persediaan. Sistem periodik adalah sistem perhitungan persediaan dilakukan pada akhir periode menggunakan prosedur stock opname. Adapun mutasi pembelian dan penjualan produk sebagai berikut:

TanggalPembelianPenjualan
Unit Harga Unit Harga
01/05/2022500 Unit Rp 900
07/05/2022400 Unit Rp 1.200
12/05/2022600 Unit Rp 800
14/05/2022450 Unit Rp 1.500
31/05/2022150 Unit Rp 1.100

Baca Juga: Langkah-Langkah Input Saldo Awal Persediaan di Myob Accounting

Cara Menghitung Nilai Persediaan Akhir Metode Fifo Sistem Periodik

Cara menghitung nilai persediaan akhir metode fifo sistem periodik dapat diterapkan bagi perusahaan yang memiliki perputaran barang dagang yang tinggi. Metode masuk pertama keluar pertama (MPKP) mengasumsikan bahwa pembelian barang pertama kali akan digunakan untuk kegiatan produksi atau diserahkan ke pelanggan.

Sistem dimana perhitungan persediaan dilakukan pada akhir periode disebut sistem periodik. Sistem periodik mengurangi biaya pencatatan atas mutasi aliran barang. Metode fifo mengakibatkan hpp perusahaan terlalu rendah dikarenakan adanya proses inflasi setiap kali terjadi pembelian bahan baku.

Cara menghitung persediaan akhir metode fifo sistem periodik perlu mempertimbangkan perputaran persediaan barang di pasar. Laporan laba rugi harus dapat menunjukkan kinerja keuangan sesungguhnya agar terhindar dari adanya biaya kerugian akibat produk rusak, produk cacat dan produk hilang.

Persediaan menjadi aktiva lancar yang harus dijaga untuk mengurangi adanya tindakan manipulasi data keuangan. Adapun cara menghitung nilai persediaan akhir dan hpp metode fifo sistem periodik akan menghasilkan informasi sebagai berikut:

TanggalJumlah unit dan biaya Total biaya
500 Unit Rp 900 Rp 450.000 Harga
12/05/2022600 Unit Rp 800 Rp 480.000
31/05/2022150 Unit Rp 1.100 Rp 165.000 Rp 1.200
Barang tersedia untuk dijual Rp 1.095.000
Persediaan Akhir Rp 365.000 Rp 1.500
HPP Rp 730.000

Baca Juga: Contoh Kasus Kegagalan Pembayaran Piutang Usaha dan Jawabannya

Cara Menghitung Persediaan Akhir Metode Fifo Sistem Perpetual

Cara menghitung persediaan akhir metode fifo sistem perpetual akan memberikan informasi nilai barang dagang dan barang baku secara real time. Kelebihan sistem perpetual adalah entitas akan mengetahui laba kotor untuk setiap barang yang diserahkan kepada para pembeli sesuai akta perjanjiannya.

Contoh soal persediaan akhir dan hpp metode masuk pertama keluar pertama dalam sistem perpetual akan memberikan informasi secara real time. Sistem pengendalian internal persediaan harus dapat menaksir ulang perihal pengiriman barang dan penerimaan bahan baku dari supplier perusahaan.

Cara menghitung nilai persediaan akhir metode fifo sistem perpetual harus memberikan kewajaran atas saldo laporan keuangan perusahaan. Laba kotor adalah keuntungan dari selisih harga jual dengan harga pokok produksi atas barang yang diserahkan oleh lawan transaksi. Adapun perhitungan nilai persediaan adalah

TanggalPembelianPenjualanSaldo
Unit harga Jumlah Unit harga Jumlah Unit harga Jumlah
01/05/2022500 Unit Rp 900 Rp 450.000 500 Unit Rp 900 Rp 450.000
07/05/2022400 Unit Rp 900 Rp 360.000 100 Unit Rp 900 Rp 90.000
12/05/2022600 Unit Rp 800 Rp 480.000 100 Unit Rp 900 Rp 90.000
600 Unit Rp 800 Rp 480.000
14/05/2022100 Unit Rp 900 Rp 90.000 250 Unit Rp 800 Rp 200.000
350 Unit Rp 800 Rp 280.000
31/05/2022150 Unit Rp 1.100 Rp 165.000 250 Unit Rp 800 Rp 200.000
150 Unit Rp 1.100 Rp 165.000

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Kinerja Keuangan Tahunan

Demikian cara menghitung persediaan akhir metode fifo sistem perpetual dan periodik sesuai standar akuntansi keuangan. Agar laporan kinerja keuangan menunjukkan informasi yang sebenarnya maka prinsip-prinsip akuntansi hendaknya diterapkan seperti prinsip perbandingan dan prinsip kesatuan usaha.

Posting Komentar untuk "Cara Menghitung Persediaan Akhir Metode Fifo Sistem Perpetual dan Periodik"